MAKALAH
SEJARAH PERJUANGAN BANGSA INDONESIA
Dosen : Krismono
Mata
kuliah: pendidikan pancasila
Disusun Oleh
Nama : Nadasari
:
Indra Luqmawan
:
Nurkiswah Saleh
:
Alfi Wahyu Zahara
:
Muhammad Iswan
Universitas Islam Indonesia
Fakultas ilmu agama islam
ahwal syakhshiyyah
Jogjakarta
2017
KATA PENGANTAR
Puji syukur kita
panjatkan kehadirat Allah yang maha pengasih dan maha penyayang,atas limpahan
nikmat, karuniah serta hidayahnya sehingga makalah ini dapat terselesaikan dengan
tepat waktu, selanjutnya salawat serta salam semoga senantiasa tercurahkan kepada junjungan kita Nabi
Muhammad saw.
Makalah ini disusun berdasarkan buku-buku referensi yang
ada, khususnya buku yang berkaitan dengan sejarah penjajahan ataupun sejarah
perjuangan Bangsa Indonesia.
Kami ucapkan banyak terimakasih kepada segenap pihak yang
telah membantu dari sejak proses pembuatan hingga selesainya makalah ini dibuat
dan dicetak. Semoga dengan adanya makalah ini dapat membantu kita dalam
pembelajaran kewarganegaraan ini.
Kami sepenuhnya sadar bahwa dalam makalah ini masih banyak
terdapat kesalahan, baik dalam bahasa,
penulisan dll. Oleh karena itu kami sangat mengharapkan kepada para pembaca
agar dapat memberikan sedikit tanggapan berupa kritik dan juga saran sehingga
kami dapat memperbaikinya.
Jogjakarta,
2017
Penulis
DAFTAR ISI
Kata Penagntar .........................................................................................
Daftar Isi ..................................................................................................
Pendahuluan .............................................................................................
I.
Latar Belakang ..................................................................................
II.
Rumusan Masalah ............................................................................
III.
Isi Pembahasan .................................................................................
1.
Kedatangan
Negara-negara Eropa ...................................................
2.
Perlawanan
Bangsa Indonesia .........................................................
3.
Zama penjajahan
Jepang
4.
Detik-detik
proklamasi ....................................................................
kesimpulan ...............................................................................................
penutup dan saran ....................................................................................
Daftar Pustaka .........................................................................................
BAB I
pendahuluan
1.
Latar Belakang
Keberhasilan
turki utsmani menduduki Konstantinopel
mengakibatkan mundurnya perdagangan antara dunia barat dan dunia timur,
hal ini berakibat pada berkurangnya barang-barang yang dibutuhkan dipasar eropa
berupa rempah-rempah.
Sekitar akhir abad ke-15 sampai awal abad ke-16,
bangsa eropa terpaksa harus mencari barang-barang kebutuhan langsung ke negri
penghasilnya yang terkenal di eropa seperti bangsa bangsa Indonesia sebagai
penghasil rempah-rempah dan sumber daya
alam lainnya.
Bangsa
eropa akhirnya sampai ke Indonesia dalam prjalanan ke daerah timur ini, adapun
bangsa yang pertama mendarat ke Indonesia adalah bangsa portugis dan bangsa
spanyol yang kemudian diikuti oleh bangsa-bangsa lain seperti, Belanda,Inggris,
dan lain-lain, namun yang akhirnya berhasil bertahan di Indonesia hanyalah
Belanda dan Inggris.
Selain
bangsa eropa ternyata ada pula bangsa asia yang pernah menjajah Indonesia yaitu
Jepang. Jepang bertahan di Indonesiadalam jangka waktu yang cukup pendek yaitu
sekitar tiga tahun.
Kamunduran-kemunduran
pendudukan bangsa-bangsa yang pernah menjajah Indonesia tidak lepas dari
perlawanan yang dilakukan oleh rakyat Indonesia yang tidak tahan dengan
perlakuan oleh bangsa penjajah. Dan akhirnya pada tanggal 17 agustus 1945
Indonesia berhasil memproklamirkan kemerdekaannya melalui presiden pertama RI,
beliau adalah ir. Soekarno
2.
Rumusan masalah
1.
Apa penyebab
kedatangan negara eropa ke Indonesia ?
2.
Bagaiman bentuk
perlawanan bangsa Indonesia terhadap penjajah?
3.
Pendudukan
Jepang di Indonesia
4.
Bagaiman keadaan
menjelang proklamasi?
BAB II
Isi
1.
Penyebab Kedatangan bangsa eropa ke idnonesia
Kedatangan
bangsa Portugis ke Inodenesia akhir abad
ke 15 dan awal abad 16 sebagai akibat dari berhasilnya Konstantinopel direbut
oleh Turki Utsmani yang juga menutup perdagangan laut tengah dengan eropa.
a.
Portugis dan Spanyol
Portugis
adalah Bangsa Eropa pertama yang datang ke Indonesia. Ekspedisi perjalanan
Portugis ke belahan dunia timur dipimpin oleh Vasco de Gama, setelah
mereka tiba di India mereka kemudian
melanjutkan perjalanan mengikuti para pedagang Islam hingga Malaka. Tidak puas,
mereka pun terus melanjutkan perjalanan
ke arah timur yang saat itu pimpinanya telah berganti yaitu dibawah pimpinan Alphonso d’Albuquerque.
Adapun
faktor-faktor penting yang mendasari keberangkatan bangsa portugis ke Indonesia
adalah faktor ekonomi, agama dan juga untuk petualangan.
a.
Faktor ekonomi,
ialah keinginan untuk mencari rempah-rempah langsung ke daerah penghasilnya.
b.
Faktor agama,
karena adanya kinginan untuk balas dendam terhadap agama islam akibat dari
perang salib di eropa.
c.
Dan petualangan,
dalam petualangan ini, mereka banyak melakukan perpecahan terhadap
kerajaan-kerajaan di Maluku.
bangsa
spanyol ketika melakukan perjalanan sekitar tahun 1452 yang dalam ekspedisinya
dipimpin oleh christoper Collumbus, mereka
akhirnya berhasil memasuki daerah
Indonesia (Maluku) pada tahun 1521
melalui jalur kalimantan bagian utara
dan Philipina. Bangsa Spanyol mendarat di Maluku yang saat itu dikuasai oleh
Portugis. Karena kedatangan Bangsa Spanyol ini yang membuat ketidaksenangan
dari pihak Portugis dan dikhawatirkan akan memonopoli perdaganga akhirnya
Spanyol mendapat serangan dari Portugis. Baik
Portugis maupun Spanyol, mereka tidak sempat menguasai Indonesia
keseluruhan, namun usaha-usaha yang mereka lakukan untuk menjadikan Indonesia
sebagai tempat koloninya tampak jelas. Adapun daerah-daerah yang ingin dikuasai
oleh Portugis diantaranya adalah Sumatera, Jawa dan Maluku, namun disetiap
usaha yang dilakukan untuk menguasai wilayah-wilayah tersebut selalu mendapat
perlawanan dari kerajaan-kerajaan setempat.
b.
Belanda dan Inggris
Belanda
adalah negara yang sangat lama menduduki Indonesia, yaitu sekitar 3,5 abad atau
setara dengan 350 tahun. Setelah mengarungi lautan dengan penuh kesulitan dan
tercatat perjalanan yang mereka lalui yaitu sekitar 14 bulan dengan empat buah
kapal. akhirnya Belanda tiba di
Indonesia (Banten) pada tahun 1596 yang dipimpin oleh Cornelius De Houtman.
Belanda
dengan mudah memasuki wilayah Indonesia karena saat itu Indonesia sedang
bertikai dengan spanyol dan portugis, sehingga dengan keterampilan dan
kelicikan, Belanda dengan mudah dapat mempengaruhi dan mendapatkan simpati dari
rakyat Indonesia.
Untuk
menghindari adanya persaingan diantara mereka sendiri (Belanda), pada tahun
1602 mereka mendirikan sebuah organisasi dagang yang bernama Verenidge Oost Indische Compagnie ( V.O.C.) atau yang lebih dikenal dengan’ kompani’.
Praktek –praktek yang dilakukan VOC mulai kelihatan dengan adanya
paksaan-paksaan yang mendapatkan reaksi berupa perlawanan dari rakyat Indonesia
dan menelan banyak korban selama bertahun-tahun. Pada tahun 1799 akhirnya VOC
dibubarkan karena adanya perubahan politik yaitu perubahan dari pemerintahan
yang semula berbentuk kerajaan berganti menjadi republik (Bataafsche
Republiek). Perubahan bentuk ini berkaitan dengan menjadi negara boneka oleh
Prancis dibawah pimpinan Napoleon Bonaparte.
Keadaan
Belanda ini cukup berpengaruh bagi Indonesia, sehingga Herman William Daendless
1808-1811 diangkat menjadi gubernur jendral yang memerintah dengan cukup keras
dan mendapat perlawanan yang meluar dan keras pula dari raja-raja di Indonesia
bersama rakyatnya. Kemudian daendless digantikan oleh Gubernur Jendral Jansens
yang memerintah dalam jangka waktu yang cukup pendek karena kemudian pendudukan
Indonesia beralih dan dikuasai oleh Inggris dengan T.S. Raffles 1811-1816
menjabat sebagai Gubernur Jendral di Indonesia.kedatangan Inggris ke Indonesia
hanyalah untuk mnjadikan Indonesia sebagai daerah jajahannya, namun perlawanan
tetap dibrikan oleh Bangsa Indonesia karena Inggris banyak melakukan
tindakan-tindakan yang merugikan bangsa.
Tahun
1813 Prancis runtuh. Hal tersebut sangat menguntungkan Belanda karena mereka
dapat melepaskan diri dari Prancis. Ini juga dimanfaatkan oleh Inggris sebagai
musuh Prancis, Inggris mengadakan perjanjian dngan Belanda tentang daerah
jajahannya yang kemudian perjanjiannya dikenal dengan Convention of London 1814 yang
isinya ialah:
1.
Indonesia
dikembalikan kepada Belanda
2.
Derah
jajahan-jajahan Belanda tetap ditangan Inggris
3.
Malabor
diserahkan kepada Inggris dan Minangkabau sebagai gantinya.
Pemrintahan Belanda di Indonesia pada
tahun 1816 bernama Nederlandch Indie
atau lebih dikenal dengan sebutan Hindia Belanda dibawah pimpinan Van Der
Capllen, selama pemerintahan ini berjalan selalu mendapat perlawanan dari
Bangsa Indonesia seperti perang Paderi di Sumatera Barat, perang Diponegoro
Jawa Tenagh dll. Perlawanan ini dipimpin oleh tokoh-tokoh anatar lain Teuku Umar,
Ci’ Ditiro, Cut Nya’ Dien, Sultan Hasanuddin, Imam Bonjol dan Pangeran
Diponegoro.
Keadaan Indonesia kian menyedihkan
karena para pimpinan pemberontak banyak yang ditangkan dan diasingkan ke tempat
lain, selain itu Belanda juga melaksanakan politik memecah belah bangsa
Indonesia serta melakukan cultuurstelsel atau tanam paksa. Tanaman yang wajib
ditnam ialah tebu, nila, teh kayu manis dan tanaman-tanaman yang dibutuhkan di
pasar eropa. Sistem tanam paksa ini sangat menyulitkan rakyat Indonesia karena
hasil pertanian diberikan ke Belanda, hal ini memicu banyaknya terjadi
kelaparan, kekurangan gizi dan bertambahnya kemelaratan rakyat.
2.
Perlawanan Bangsa Indonesia
reaksi
terhadap tanam paksa dipelopori oleh Edward Douwes Dekker dan Baron Van
Hoevell. Kemudian ditegaskan oleh seorang advokat di Semarang yang bernama Mr.
Theodor C. Deventer, beliau juga mnganjurkan kepada pihak Hindia Belanda untuk
mengadakan perbaikan di kalangan Bangsa Indonesia. Dari perbaikan inilah kelak
lahir golongan golongan pelajar yang mngetahui dan sadar akan penjajahan yang
dilakukan pemerintahan Hindia Belanda yang sudah terjadi sejak lama dengan
meperalat dan memperbudak bangsa.
Kebangkitan Nasional dimulai pada
tahun 1908 yang dipelopori oleh dr. Wahidin Sudirohusodo dengan organisasi Budi
Utomonya. Organisasi ini adalah cikal bakal pergerakan nasional dengan tujuan
untuk mewujudkan suatu bangsa yang merdeka dengan memiliki kehormatan dan
martabat yang berasal dari kekuatannya sendiri.
Budi Utomo
didirikan tanggal 20 mei 1908 yang kemudian diikuti dengan bermunculannya
organisasi-organisasi lain seperti :
1.
Sarekat dagang islam 1909 yang pada tahun 1911
berubah menjadi gerakan partai dibawah pimpinan
H.O.S. Ckoroaminoto dengan nama menjadi sarekat islam.
2.
Indische
Partij 1913 yang dipimpin oleh tiga
serangkai (Douwes Dekker, Ciptomangunkusumo,Suwardi Suryaningrat), namun partai
ini tidak bertahan lama karena keradikalan yang diperlihatkan sejak awal
terbentuk dan pimpinannya dibuang ke luar negri.
3.
PNI. Partai
Nasional Indonesia 1927 yang dipelopori oleh ir. Soekarno Sartono dan
tokoh-tokoh lainnya. Dari partai inilah perjuangan Indonesia dititikbratkan
pada kesatuan nasional dengan tujuan Indonesia merdeka. Kemudian PNI oleh
pengikutnya diganti menjadi Partai Indonesia (partindo) pada tahun 1931, namun
pada tahun 1933 golongan Demokrat seperti Moh. Hatta dan St. Syahrir mendirikan
PNI baru atau Pendidikan Nasional Indonesia dengan semboyan “kemerdekaan Indonesia harus dicapai dengan
kekuatan sendiri” (toyibin,1997 :35).
Perjuangan rintisan kesatuan Nasional
diikuti dengan sumpah pemuda tanggal 28 oktober 1928 yang berisi ; “satu bahasa, satu bangsa dan satu tanah air
Indonesia” dan untuk pertama kalinya lagu INDONESIA RAYA dikumandangkan
sekaligus sebagai penggerak kebangkitan kesadaran berbangsa dan bernegara.
3.
Zama penjajahan Jepang
Tanggal 5 mei 1940
Belanda diserbu oleh tentara Nazi dan jatuh pada tanggal 20 mei 1940, Ratu
Wihelmina dan aparat-aparatnya mengungsi ke Inggris sehingga pemerintahan
Belanda masih dapat berkomunikasi dengan pemerintah jajahan di Indonesia. Dan
janji yang disampaikan oleh pihak Belanda untuk memerdekakan Indonesia kelak
dikemudian hari hanyalah janji dan kebohongan belaka sehingga tidak pernah jadi
kenyataan. Bahkan sampai akhir pendudukan Belanda pada tanggal 10 maret 1940
kemerdekaan itu tak kunjung diperoleh Bangsa Indonesia.
Jepang masuk ke
Indonesia pertama kali pada tanggal 10 januari 1942 melalu Tarakan. Serangan
kilat Jepang mampu menundukan pemerintahan Hindia Belanda dan sekutu di
Sulawesi, Kalimantan, Minahasa dan Maluku. Kemudian Jepang dengan mudah masuk
ke Indonesia dan mempengaruhi Bangsa Indonesia dengan propaganda “Jepang
pemimpin Asia, Jepang saudara tua Indonesia”. Jepang bersikap murah hati kepada
Bangsa Indonesia dan berjanji akan memberikan kemerdekaan kelak dikemudian
hari, hal tersebut dilakukan untuk
mendapatkan dukungan melawan sekutu barat. Tanggal 29 april 1945 pemerintah
Jepang berjanji yang kedua kalianya yaitu untuk memberikan kemerdekaan kepada
Indonesia ‘kemerdekaan tanpa syarat’. Dalam
janji yang kedua ini Jepang memperkenankan Indonesia untuk memperjuangkan
kemerdekaannya dan dianjurkan untuk berani mendirikan Negara Indonesia
dihadapan musuh-musuh Jepang yaitu sekutu termasuk Nica yang ingin mengembalikan kekuasaan koloninya di Indonesia.
Nica bahkan telah melancarkan serangannya di pulau Kalimantan (Tarakan) dan
Morotai (Halmahera).
Untuk merealisasikan
janjinya, Jepang membentuk sebuh badan yang bernama Dokuritsu Zyunbai Cosakai (BPUPKI) yang diketuai oleh dr. K.R.T.
Radjiman Wediodiningrat dan ketua muda R.P. Soeroso dan 60 orang anggota biasa
orang Indonesia (tidak termasuk ketua dan ketua muda) yang kebanyakan dari
Pulau Jawa. BPUPKI mengadakan sidang
pertama selama empat puluh hari berturut-turut dan sidang yang ke-2 tanggal
10-16 Juli 1945, dalam sidang ini ir. Soekarno sebagai ketua Panitia kecil
melakukan hasil laporannya yang telah dilakukan sejak 22 juni 1945, beliau
mengadakan pertemuan antara Panitia Kecil dengan anggota badan penyelidik.
Mereka membentuk panitia kecil yang berjumlah 9 orang dengan ir. Soekarno
sebagai ketua. Panitia ini telah mengadakan suatu pertemuan dengan hasil yang
baik, yaitu suatu persetujuan antara golongan islam dengan golongan kebangsaan.
4.
PPKI dan Proklamasi
kemerdekaan
a.
PPKI
b.
menurut
pengumuman Nanpoo Gun (pemerintah tentara Jepang untuk daerah selatan), tanggal
7 agustus 1945 “pada pertengahan bulan agustus akan dibentuk Panitia Persiapan
Kemerdekaan Indonesia Dokuritsu Zyunbai
linkai. Tanggal 8 agustus 1945 ir. Soekarno, Moh. Hatta dan Dr. Radjiman
diberangkatkan ke Saigon, Vietnam atas panggilan Jendral Besar Terauchi untuk
membentuk panitia tersebut.PPKI diketuai oleh ir. Soekarno dan wakilnya Moh.
Hatta dan terdiri dari 19 anggota dan berbeda dengan keanggotaan BPUPKI yang
anggotanya ada dari Jepang maka anggota PPKI
semuanya adalah dari Bangsa Indonesia.
c.
Sesampainya di
Indonesia pada tanggal 14 agustus 1945, ir. Soekarno menyampaikan berita kepada
orang banyak bahwa Indonesia akan merdeka sebelum jagung berbunga dan
kemerdekaan ini bukan berupa hadiah dari Jepang melainkan sebuah hasil
perjuangan bangsa Indonesia sendiri. Agar hal tersebut dapat tercapai maka sifa
panitia persiapan kemerdekaan berubah menjadi badan pendahuluan bagi komite
Nasional dan menyelenggarakan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia
yang kemudian memilih presiden dan wakil presiden yang pertama bagi bangsa
Indonesia.
d.
Proklamasi
kemerdekaan
Tanggal 6 agustus 1945
atas persetujuan dengan Britania Raya Bom atom dijatuhkan oleh Amerika Serikat
di Hirosima dan tifa hari kemuadian diikuti dengan dijatuhkannya bom di Kota
Nagasaki. Setelah Jepang mnyerah kepada sekutu maka kesempatan ini
duipergunakan sebaik-baiknya oleh Bangsa Indonesia yaitu oleh para pejuang kemerdekaan,
namun dalam menjelang proklamsi terjadi perbedaan pendapat antara golongan tua
dengan golongan muda tntang waktu pelaksanaan proklamasi. Perbedaan pendapat
ini memuncak pada tanggal 15 agustus 1945 ketilka ir. Soekarno dan Moh. Hatta
diamankan oleh golongan muda ke Rengasdengklok agar tidak mendapat pengaruh
dari Jepang.
Setelah diadakan
pertemuan di Pejambon pada tanggal 16 agustus 1945 dan diperoleh kepastian
bahwa Jepang telah menyerah maka ir. Soekarno-Hatta setuju untuk melaksanakan
proklamasi kemerdekaan dan dilaksanakan di Jakarta.
Untuk melaksanakan
proklamasi akhirnya ir. Soekarno dn Moh. Hatta pergi ke rumah Laksamana Tadashi
Maeda pada tangah malam di jalan Imam Bonjol no.1, disana telah berkumpul B.M.
Diah, Sayuti Melik Chaerul Saleh dan kawan-kawan. Pada pertemuan tentang
penulisan proklamasi ini, akhirnya konsep Soekarnolah yang diterima dan diketik
oleh Sayuti Melik yang kemdian diproklamirkan di pagi harinya, yaitu pada hari
jumat jam 10 tanggal 17 agustus 1945 di lapangan ikadah.
Ksimpulan
1. Kedatangan
bangsa eropa ke Indonesia bukan tanpa tujuan, melainkan karena dorongan beberapa
faktor seperti yang tersebut diatas.
2. Bntuk
perlawanan yang dilakukan adalah dengan membentuk organisasi-organsasi pemuda
yang menjadi cikal bakal kebangkitan bangsa.
3. Adanya
anggapan “Jepang sebagai pimpinan Asia
Timur Raya, dan sebagai Saudara tua Indonesia” sehingga dengan mudah
mendapatkan simpati dari bangsa Indonesa itu sendiri.
4. Akhirnya
kemerdekaan berhasil direbut dan telah diproklamasikan pada tanggal 17 Agustus
1945.
Daftar pustaka
Kaelan,2016,
pendidikan pancasila,edisi revisi ke 11, paradigma, Yogyakarta, Sleman.
Fauzi, Achmad dkk, 1981, pancasila, Universitas Brawijaya, Malang.
Malang, IKIP,1981, pancasila,
Usaha Nasional, IKIP Malang.
http://www.sejarah-indonesia.com/penjajahan-jepang-di-indonesia/
Komentar
Posting Komentar