Langsung ke konten utama

MODIVIKASI SISTEM FEODAL 
oleh: Wa'u

  Beragam problem telah dihadapi oleh penduduk dunia, mulai dari peradaban yang paling tua hingga paradaban di era modern. dan tidak bisa dipungkiri bahwa apa yang dinikmati oleh manusia sekarang merupakan hasil, buah perjuangan bangsa atau manusia yang hidup pada masa yang telah lalu. HAM (Hak Asasi manusia) mislanya, sudah sejak lama, hak asasi manusia diperjuangkan oleh manusia yang tidak tega melihat keganasan perbudakan. setelah terjadinya peristiwa bersejarah, keluarnya Magna Charta.
  Feodalsime tentunya bukan istilah asing lagi di telinga para pembaca, istilah yang sangat marak dan familiar di banyak referensi ketika berbicara mengenai abad pertengahan maupun awal sebelum akhirnya terjadi revolusi besar yang mengubah dunia kebodohan di bumi Eropa menuju  kejayaannya. revolusi itu yang kemudian menjadi cikal bakal perkembangan teknologi yang semakin canggih, revolusi Industri. revolusi yang dimulai dari Britania Raya, kemudian diikuti oleh Prancis dan negara-negara Eropa Barat. tidak ketinggalan, Jepang yang berasal dari Asia pun ikut andil dalam peristiwa ini, begitu pun dengan negara Amerika, khususnya Amerika bagian Utara.
  Feodalisme adalah sebuah istilah yang mengandung makna, memberikan kekuasaan besar kepada golongan bangsawan. setiap kebijakan harus terpenuhi atau dijalankan menurut kemauan penguasa. di sana jelas sekali terlihat pengkotak-kotakan terhadap berbagai lapisan masyarakat. hal ini yang kemudian diperjuangkan untuk mengurangi atau membendung kesewang-wenangan penguasa terhadap rakyat kecil. berbicara tentang feodalisme tidak akan ada habisnya. bahkan dari hasil perenungan, tampak jelas masih merebaknya praktek-praktek yang pernah begitu eksis pada abad sebelum keluarnya perjanjian antara Raja Inggris dengan kaum buruh, Magna Charta.
   setelah melihat kembali mengenai sistem feodal yang terjadi jauh sebelum masuk era industri 4.0, maka sedikit kita akan merangkak melihat bagaimana keterkaitan antara kapitalisme dengan sistem feodal yang telah dibicarakan pada paragraf sebelumnya. untuk dapat memahami keterkaitan antara feodal dengan kapitalis, maka sebaiknya terlebih dahulu harus dipahami mengenai maksud dari istilah kapitalis itu sendiri.
  Kapitalisme berasal dari kata Kapital dan juga isme, kapital yang berarti modal pokok dan isme yaitu paham. kapitalisme adalah sistem yang menekankan pada pemberdayaan dan pemberian kesewanangan secara tidak langsung kepada pemodal atau sang pemilik modal. modal tersebut kemudian digarap oleh buruh dengan gaji yang rendah. gaji rendah dan tidak sepadan itu yang menjadi titik tolok ukur untuk mengatakan adanya sistem kapitalis yang dipergunakan oleh individu atau kelompok tertentu. kapitalis sering pula diartikan atau dimaknai sebagai sebuah sistem di mana yang kaya akan semakin kaya dan yang miskin semakin miskin.
  Padahal dalam pergerakan pekerjaan, seharusnya buruh sebagai penggarap atas apa yagn telah dimodalkan pun harus ikut menikmati upah yang sepadan dengan pekerjaannya. buah tidak akan keluar jika sebuah bibit hanya dilatakkan di depan rumah. modal yang besar tidak akan berbuah manis apabila tidak diberdayakan, dan yang mempunyai keahlian untuk memberdayakan adalah para buruh terlatih dan berpengalaman. jadi, bukan sebuah maslah jika buruh tersebut diberikan upah sesuai atau setimpal dengan pekerjannya. seorang pemodal tidak akan menjadi kaya jika bukan dari hasil jeripahya dari para pekerjanya.
  kembali pada bagian paling utama yang menjadi topik pembahasan adalah mengenai modivikasi sistem feodalisme era kontemporer. disebutkan oleh penulis dengan istilah modivikasi karena sudah menjadi rahasia umum bahwa setiap orang, tidak ada yang sudi menerima gelar penegak feodalis, namun dalam prakteknya masih sangat marak terutama ketika dikaitkan dengan sistem kapitalis yang eksis di mana-mana.
   Berbeda dengan pengertian sistem feodalis yang telah diterangkan pada bagian sebelumnya. pada era kontemporer, khususnya era modern ini, bukan penguasa mengatur dan memperkenalkan dirinya sebagai penguasa, melainkan dari kalangan masyarakat sendiri yang berlebihan dalam mengagungkannya. Jabatan yang sering dikoar-koarkan sebagai bentuk perwakilan dari suara kecil masyarakat masih saja menjadi tempat mencari eksistensi. 
   Pada dasaranya, tidak ada yang melegalkan adanya kekuasaan mutlak sang penguasa setelah terjadinya peleburan tentang pembatasan kekuasaan sebagaimana termaktub dalam Magna Charta. entah itu adalah sistem demokrasi maupun sistem-sistem lainnya yang juga hadir di tengah-tengah masyarakat, termasuk ajaran agama. khususnya agama Islam. Islam sama sekali tidak menghendaki adanya pengkotak-kotakan dalam kehidupan masyarakat. dijelaskan secara eksplisit dalam Alquran bahwa semua manusia adalah sama, yang membedakan hanyalah kadar ketakwaannya kepada sang pencipta. Jadi, untuk urusan keduniaan, perniagaan dan hubungan sosial lainnya, semua manusia tiada beda antara satu dengan yang lainnya. berbeda dengan urusan pengabdian kepada Tuhannya.
    Para penegak aspirasi yang digadang masyarakat adalah perwakilan dari kalangan masyarakat itu sendiri. Jadi, apa yang perlu dibanggakan dengan jabatan itu. bukan kah mereka-mereka hanya pembantu masyarakat, yang setiap saat harus siap melayani masyarakat? untuk menjawab peranyaan tersebut, tentunya yang menjadi perhatian utama adalah menyiapkan masyarakat menjadi manusia-manusia yang benar-benar siap hidup bermasyarakat dan menghilangkan stigma yang telah menjadi tradisi untuk mengagungkan seorang pejabat di pemerintahan.
    bukankah lebih indah kehidupan sosial masyarakat bila hidup berdampingan dengan tetangga, akur, berdialog mengalir seperti air tanpa ada kecanggungan hanya karena perbedaan kedudukan dalam strata  pemerintahan. yang belum dimiliki oleh sebagian besar masyarakat Indonesia khususnya adalah sikap untuk menempatkan posisi jabatan pada tempatnya. sehingga ada lelucon, kalau saja angggota DPR mengadakan persatuan sepak bola, maka mereka akan selalu mandapat juara satu. juara satu tersebut mereka dapatkan karena rasa sungkan dari lawan untuk membobol kiper persatuan sepak bola DPR tersebut.
   Jadi, sebaiknya dari sekarang kita benar-benar harus sudah siap menjadi masyarakat modern, bukan kembali menjadi masyarakat yang memelihara feodalisme hanya dengan memodivikasinya agar tidak tampak canggung di mata dunia. modivikasi feodalisme justru lebih bahaya dan sangat menghambat pertmubuhan mental masyarakat, yang imbasnya menghambat pada sektor pertumbuhan mental negara hingga tidak pernah bisa menjadi negara maju, selalu stag pada status negara berkembang.

                                                         Yogyakarta, Desember 2018


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Hangatnya Balutan Selimut dalam Kamar gelapku

  Hangatnya Balutan Selimut dalam Kamar gelapku Oleh: Wa’u Hadir di dalam gelap memang selalu membawa misi bagi aku yang manusia dalam usaha dan fasilitas serta keterbatasan pikir agar dapat menjangkau dan menelisik ke mana akan melangkah dengan terlebih dahulu mencari arah dari titik-titik cahaya. Terang atau redup adalah urusan belakang, yang terpenting adalah melangkah untuk kian mendekat kepada titik di mana sebuah cahaya seakan memberi tuntunan yang memanggil untuk didekati dan kemudian membawa keluar dari gelap yang telah menyiksa hingga kaki pun enggan melangkah. Malam adalah kawan bagiku menapaki setiap inci sesuatu yang ada dan dapat dijangkau kesadaran pikir dalam diriku. Meski pada dasarnya aku pun belumlah sepenuhnya paham tentang siapa dengan mengapa ada aku yang hingga sekarang belum mampu memahami diriku sendiri. Ketenangan yang dihantarkan oleh gelap malam bersama angin yang kadang membuat kulitku mengkerut keriput ternyata juga membawa damai hingga aku kadang ...
IPMMY    Sabtu 9 Desember 2017, IPMMY atau singkatan dari Ikatan Pelajar Mahasiswa Majene Yogyakarta melaksanakan rapat, yaitu sekitar pukul 20:30. Rapat kali ini adalah sebuah rapat lanjutan dari rapat yang telah dilakukan beberapa hari yang lalu. Rapat IPMMY pada malam minggu ini dihadiri oleh tiga belas orang dari berbagai angkatan. Mulai dari angkatan 2013, 2014, 2015, 2016, dan juga 2017. Rapat ini dipimpin langsung oleh katua IPMMY, yaitu Muhammad Ikhsan. Meskipun sebenarnya, masa kepemimpinan ataupun periode kepengurusannya bersama dengan teman-teman pengurus yang lain telah berakhir, namun karena belum adanya pergantian atau belum dilaksanakannya MUBES (musyawarah besar) sebagai agenda tahunan untuk melakukan regenerasi kepengurasan, maka untuk pembahasan makrab sampai terlaksananyan makrab pada tahun ini masih tetap dipegang dan diamanatkan kepada pengurus yang lama. Pertama-tama, ketua ikatan pelajar daerah, khususnya daerah Majene, Muhammad Ikhsan sam...

terpenjara dalam ekonomi

 TERPENJARA DALAM EKONOMI oleh: Wa'u     Kehidupan manusia memang senantiasa berkembang, tidak ada yang dapat memungkirinya. Sebagai manusia yang menduduki status sebagai petani, nelayan, pegawai negri maupun bangku sekolah serta bangku pemerintahan, semunya ikut berkembang sesuai dengan bentuk perkembangan dan jalannya masing-masing. Di dalam peragaulan sosial yang terjadi di masyarakat, ditemui banyak sekali perbedaa-perbedaan dalam satu masyarakat, entah itu dalam hal status pendidikan, status sosial maupun dalam hal ekonomi. Namun, jika diperhatikan lebih dalam. Masyarakat-masyarakat ini telah tereduksi ke dalam suatu bentuk masyarakat yang selalu menggantungkan segala sesuatunya terhadap ekonomi. Di era modern sekarang, kata-kata tidak ada yang gratis di dunia sering kali terdengar dan terlintas di telinga. Dan, hal tersebut memang tidak hanya sekadar ucapan belaka. Ia benar tumbuh di tengah kehidupan masyarakat. Tidak ada masyarakat yang tidak mengin...